BATIK TIGA NEGERI CIREBON

Oleh : Komarudin Kudiya  

 

Secara umum batik Cirebon dikenal dengan dua kelompok besar yaitu Batik Keraton dan Batik Pesisiran. Untuk mengenali kedua kelompok tersebut secara visual bisa didekati dari kelompok babaran dan corak ragam hiasnya. Untuk lebih cepat mengenali dan membedakan ragam hias batik-batik Keraton Cirebon pada umumnya terdapat unsur motif wadasan dan  megamendung serta dengan latar kain warna gading atau  keemasan muda.  Selain dari pendekatan visual, batik Keraton Cirebon sebagian besar sangat kental dengan makna simbolis yang berhubungan dengan kosmologi Cirebon, artinya bukan hanya sekedar menghadirkan ungkapan estetis visual semata, namun didalamnya memuat sistem nilai budaya dan agama tertentu yang diyakini dan dihidupkan oleh sebagian masyarakat Keraton yang ada di Cirebon.

    Sedangkan untuk mengenali kelompok kriya batik Pesisiran pendekatannya bisa melihat  ragam hiasnya yang lebih bebas dengan corak penggunaan pilihan warna yang bebas pula. Pertumbuhan dan perkembangan batik Cirebon secara umum sangat dipengaruhi oleh adanya perubahan kondisi sosial dan budaya yang secara signifikan.

    Bila dilihat dari teknik produksi kriya batik tradisional, pada umumnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya dikenal dengan istilah babaran. Babaran merupakan istilah kelompok teknik produksi kriya batik yang  berlaku di wilayah perajin kriya batik tradisional Cirebon pada umumnya. Kelompok babaran pada kriya batik Cirebon terdapat beberapa jenis diantaranya : Babarmasan, Soganan,  Sogan Gosokan, Erganan, Bangbiruan, Mateng-pisan, Mateng-pindo, Mateng-telu dan masih banyak istilah lainnya.

    Kriya batik Tiga Negeri Cirebonan yang ada sekarang ini dan masih berkembang di Cirebon, diyakini akibat adanya pengaruh dari batik-batik daerah lain yang masuk ke wilayah Cirebon. Batik Ciwaringin Kabupaten Cirebon adalah bukti nyata adanya pengaruh budaya batik dari Jawa Tengah. Menurut penuturan salah satu perajin kriya batik desa Ciwaringin Bapak Ahmad Sujai, pada awalnya kriya batik Ciwaringin diajarkan oleh seorang wanita yang sekaligus sebagai penyebar agama islam dari Kudus Jawa tengah. Sehingga nampak sekali adanya kemiripan antara batik Ciwaringin dan batik dari daerah Kudus tersebut.

    Adapun Batik Tiga Negeri Cirebon yang ada disekitar wilayah Plered Cirebon diproduksi hanya di daerah atau blok Sigedang-gedang, Dukumalang dan Wotgali saja. Namun demikian bukan berarti masyarakat Cirebon di daerah lain tidak bisa mengerjakan batik-batik dengan corak seperti layaknyakriya  batik Tiga Negeri tersebut.

    Bila dilihat dari teknik produksi, kriya batik Tiga Negeri yang ada di wilayah Cirebon, nampaknya tergolong batik-batik dengan jenis produksi Mateng-telu. Maksudnya adalah batik yang proses produksi melalui tahapan tiga kali pelorodan. Walaupun ada juga yang prosesnya dikombinasi dengan teknik coletan sehingga bisa mempercepat proses tanpa harus Mateng-telu atau proses lorod tiga kali.

    Batik Tiga Negeri Cirebon pada umumnya dalam tiap lembar kain bisa memiliki 6 hingga 8 unsur warna, diantaranya : coklat muda dan coklat tua, biru tua dan biru tua, merah muda dan merah tua serta  ungu muda dan ungu tua.  Pola batik Tiga Negeri Cirebon yang umum diantaranya Tiga Negeri Tali Kendang, Tiga Negeri Totok Mimi, Tiga Negeri Pacul Gowang, Tiga Negeri Sekar Jagad, Tiga Negri Wajit, Tiga Negeri Kapal Kandas, Tiga Negeri Buketan dan Tiga Negeri Dlorong. Adapun untuk bagian Muka atau Tumpal biasanya selalu mengggunakan Tumpal Cepet atau Tumpal Kombinasi.

Tiga Negeri Buketan
Tiga Negeri Kapal Kandas

 

Tiga Negeri Totok Mimi

 

 

 

Tiga Negri Wajit

 

Tumpal Cepet atau Kombinasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang di APPBI ada yang bisa kami bantu?

Salam Batik.
Budi Darmawan