MEMAHAMI PERILAKU MILENIAL DI ERA PANDEMI

Berdasarkan data dari APPBI Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia, yang disampaikan oleh Bapak Komarudin Kudiya Ketua Umum APPBI, di tahun 2020 ini diperkirakan jumlah perajin batik mencapai 151.565 orang, dengan jumlah pengusaha batik berukuran besar 502 perusahaan, ukuran sedang 1.279 perusahaan dan UMKM berjumlah 2.612 usaha.

“Dalam kurun waktu 9 bulan terhitung sejak bulan Maret 2020 hingga akhir tahun jika kondisi ekonominya tidak segera pulih diperkirakan mengalami kerugian untuk pengusaha Batik Tulis sekitar Rp 20.429.280.000, dan bagi seluruh pengusaha Batik Cap berkisar Rp 3.635.006.400.000,” terangnya lagi.

Assalamu alaikum warahmatullohi wabarokatuh

Semangart sahabatik, saya menyebut sahabatik untuk sahabat batik yang saya sayangi

Semangart sehat

Semangart berkarya

Salam canting

Perkenalkan saya Budi Darmawan atau sering disapa Iwan sebagai CEO IPK Indo Prima Kompeten perusahaan yang bergerak dalam bidang Konsultan Manajeman dan sejak Oktober 2020 saya juga menjabat sebagai Direktur Operasional wastra.id, market place jualan online khusus batik asli yang dijamin keasliannya dengan kurator para ahli batik, dan menjabat sebagai anggota Humas di Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia.

Saya mengajak sahabatik untuk mengetahui cara Membangun UMKM Batik saat Pandemi dengan cara mencermati 3 hal sebagai berikut:

  1. Perubahan Besar Perilaku Era Pandemi
  2. Aktivitas Perilaku Di Era Pandemi
  3. Membangun Bisnis Batik Saat Pandemi

PERUBAHAN BESAR PERILAKU ERA PANDEMI

Kita ketahui awal tahun 2020 dunia dihebohkan dengan wabah virus covid 19 yang bermula dari Wuhan China.

Indonesia turut terdampak dan pada bulan Maret 2020 Pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama yang melanda di negara kita.

Semua terhenyak dan mulai melakukan segala tindakan pencegahan. Untuk pertama kalinya juga pemerintah melakukan PSBB Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dibuat untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

Sebetulnya virus covid 19 ini tidak berdampak langsung pada keadaan ekonomi di awalnya.

Tetapi yang menjadi masalah akibat adanya virus ini yang tadi disebutkan untuk mencegah penularan maka dilakukan PSBB. PSBB inilah yang membuat semua menjadi berubah.

Disini baru tejadi permasalahan. Begitu ada kebijakan PSBB dan orang dibatasi untuk berinteraksi maka terjadilah juga dampak penurunan kegiatan ekonomi jual beli dan transaksi yang dibatasi tidak bolehnya orang untuk bertemu secara berdekatan/social distancing.

Pola hidup dan berilaku berubah drastis.

Ada 4 perubahan besar perilaku masa pandemi, akibat diterapkannya PSBB, yaitu :

  1. Tinggal di rumah, WFH
  2. Kebutuhan dasar lebih dominan
  3. Serba Online
  4. Rasa empati & membuat komunitas

Perubahan besar ini berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat.

Apa saja aktivitas yang terjadi saat pandemi dan saat PSBB diberlakukan.

  1. Tinggal di rumah:
    • Mobilitas terbatas
    • Aktivitas banyak di rumah
    • Generasi zoom, zoom ini salah satu yang mendapat keuntungan di era Pandemi, sebelum wabah kita tidak kenal dengan zoom
    • Sering nonton TV, Natflix, Youtube, dan Drakor melonjak viewernya, dulu drakor kebanyakan ditonton ibu2 sekarang bapak2 pun ikut menonton
    • Bekerja – bermain – mencari aktivitas baru di dalam rumah

2. Kebutuhan dasar:

    • Hanya membeli yang diperlukan
    • Menjaga jarak
    • Memakai masker, peluang membuat masker batik
    • Memakai baju rumahan yang nyaman dan bagus, nah ini menjadi peluang bisnis para perajin batik
    • Pola hidup sehat, jamu laku

3. Serba Online:

    • Serba Virtual: ibadah, berobat, jualan dan olah raga
    • Gemar ber media sosial
    • Waktu lebih fleksibel

4. Rasa empati & membuat komunitas:

    • Tumbuh rasa empati dan solidaritas
    • Lebih religius dan peduli
    • Membangun komunitas

Dengan adanya perilaku ini maka kita harus cermati aktivitas kita untuk dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan

Kita harus tahu apa yang harus kita kerjakan, dan sebagai penyedia kebutuhan harus tahu dan cermat membuat produk sesuai dengan yang sedang dibutuhkan.

Ibarat kita sedang berjalan maka dihadapan/di depan kita ada jurang yang dalam dan lebar, sementara di belakang kita ada singa yang siap menerkam kalau kita tidak terus berjalan.

Ini seperti halnya kondisi sekarang, kalau kita mau keluar rumah mencari aktivitas ekonomi ada jurang yang lebar dan dalam, ada banyak peraturan PSBB yang membatasi kita beraktivitas. Sementara dibelakang kita ada singa yang siap menerkam, dalam kondisi nyata adalah virus yang harus kita lawan agar kita tetap tidak tertular dan juga ada kondisi ekonomi yang kian terpuruk kalau kita diam saja.

Tidak melakukan apa”/menunggu (ada Virus yang sedang meraja lela dan juga kalau hanya berdiam diri tidak ada pemasukan)

    • Ada singa yang siap menerkam
    • Walau diam tetap harus bertahan dan melawan singa

Mau maju atau melangkah (ada PSBB yang membatasi ruang gerak kita dan juga menurunnya orang yang berbelanja)

    • Ada jurang yang dalam dan lebar
    • Sementara kita harus tetap melangkah

Jadi yang kita lakukan adalah menyeberang jurang dengan membuat jembatan atau dengan kata lain di dunia real kita membangun bisnis dengan strategi yang benar Maju dengan cara yang benar (Prokes 4M, masker, mencuci tangan, menjaga jarak, Membatik)

    • Harus tahu menggunakan senjata apa untuk melawan singa dan kita harus tetap melawan dan melangkah maju
    • Harus tahu dalam dan lebarnya jurang, sehingga kita dapat menentukan melangkah dengan cara menyeberang atau dengan cara turun ke bawah jurang dan menggunakan alat apa (membangun bisnis batik yang sesuai kondisi pandemi)

Nah maju dengan cara yang benar inilah kita harus tahu membangun bisnis terutama bisnis batik di saat Pandemi

 

MEMBANGUN BISNIS BATIK SAAT PANDEMI

Strategi UMKM yang harus dilakukan di masa pandemi adalah move on dengan cara:

    1. Inovasi
    2. Online
    3. Membentuk Komunitas
    4. Melakukan Kolaborasi
    5. Membangun Ekosistem

Inovasi perlu dilakukan pada saat kita akan menjual produk yang sesuai kebutuhan era pandemi

Selama pandemi saat berkunjung ke perajin batik di pekalongan mereka melakukan pembuatan batik bukan lagi kemeja dan baju buat ke kantor tetapi beralih membuat baju batik rumahan yang nyaman tapi bagus (bukan daster atau baju asal2) dan juga membuat masker batik dengan motif batik yang indah.

Kata kunci inovasi di era pandemi adalah bertahan. Jadi sekarang yang dilakukan para perajin batik adalah bertahan dengan tetap berproduksi menciptakan produk2 sesuai perubahan perilaku konsumen.

Selain itu dalam melakukan inovasi harus melakukan hal2 diluar kebiasaan, harus berpikir out of the box, seperti misalnya yang sudah kita lakukan adalah Kenalan Batik dengan konsep 7 K, yaitu Batik ke:

    • Kafe, Up Normal Raden Saleh, D 82 Bintaro, Plasa Senayan, Vivere Senayan City, Bale Nusa Pakubuwono, Kunstkring Menteng
    • Kampus, Universitas Indonesia, Atmajaya, Tarumanegara, BINUS, Prasetya Mulya, Swiss German University
    • Kantor, Kantor Konsultan International PT xxx di Sampurna Strategic Square, Market Place “YYY” di Kuningan dan SCBD
    • Komunitas, Tuna Rungu, Cancer, Gowes, Fotografi, Museum, Komunitas ibu2 Indonesia di Singapore, Warga Binaan Lapas
    • Kawinan, Resepsi Pernikahan Mr A n Mrs B di Grand Golden Ballroom Hotel Mulia Senayan, Menara 165 Simatupang
    • Kampung, Kampoeng Urug Kabupaten Bogor, Bengkulu, Medan, dan berbagai Kampoeng Batik di Seluruh Indonesia
    • Batik Camp kerja sama dengan Pringayu Sanctuary Gadog Bogor, Tiga Rumah Kebon Darmaga Bogor

Inovasi2 ini saat pandemi harus dilakukan sebagian besar kurang lebih 70 sd 80 persen secara online dan sisanya secara ofline.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat kita memasuki dunia online:

    • Bagaimana membuat produk yang dibutuhkan (inovasi), diatas sudah dijelaskan. Produk inilah setelah kita produksi akan kita jual melalui online.
    • Mengerti Tehnologi online sekarang istilah Indonesianya adalah daring, Generasi millennial dilibatkan, Kolaborasi dengan perajin. Saat berkunjung ke berbagai daerah sampai Pamekasan dan mengajarkan jualan online beberapa perajin berusia diatas 40 tahun dan tidak mengerti online, sehingga perlu melibatkan keluarga/anak nya untuk terlibat
    • Bagaimana memilih perangkat yang cocok untuk jualan online, kendala HP standar dan jaringan menjadi salah satu pertimbangan untuk edukasi dan mengatasi kendala ini
    • Bagaimana cara membuat isi pesan di medsos sekarang laku nich kursus content creator, ini seperti yang dilakukan mbka Adhe dengan kursus Public Speaking nha
    • Bagaimana cara foto produk, ini juga sekarang laku kursus foto produk ada temennya mbak Adhe sudah top gara2 buka kursus ini

Program membangun bisnis batik di kalangan generasi millennial juga harus melibatkan Komunitas

  1. Pemberdayaan Warga mengacu pada Community Based Tourism atau Pariwisata berbasis Komunitas.
  2. Pembentukan Kampoeng2 Batik Baru dengan melibatkan Generasi Millennial
  3. KAMPOENG disini artinya Komunitas Anggota Masyarakat Penggiat Usaha Ekonomi Kreatif Negara.
  4. Bukan secara fisik harus terletak di kampoeng, tapi lebih ditonjolkan aktivitas sehari yang memberdayakan kelompok masyarakat dalam melakukan kegiatan Ekonomi Kreatif
  5. Menggabungkan beberapa komunitas dalam satu kawasan untuk pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat yang mendatangkan Pariwisata
  6. Komunitas Budaya, Komunitas Batik, Kuliner, Gowes, Kopi, Fotografer, Tari, Musik, Kesenian Daerah, Komunitas Penyandang Tuli, Komunitas Kanker, dll
  7. Semua berbasis online dan kombinasi offline yang di online kan

Contoh yang dilakukan KitaBatiK Komunitas Pencinta Batik Kreatif dan Kompeten bekerja sama dengan berbagai Komunitas lainnya agar timbul Aktivitas Ekonomi Kreatif yang dapat menjadi tumpuan masyarakat dalam satu ekosistem perekonomian

Generasi Muda menjadi bagian dari Program Melek Batik yang selalu digaungkan di Kafe, Kampus dan Komunitas/Kampung seperti yang telah dijalankan oleh Anggota KitaBatiK:

    1. Rumah Batik Palbatu Jakarta
    2. Rumah Batik Ciracas Jakarta
    3. Sanggar Batik Kembang Mayang Tangerang
    4. Batik Reenah Malkia Tangerang
    5. Batik Yuliati Warno Pati
    6. Batik Pamekasan
    7. Ning.ethanbatik Jember
    8. Batik Benayu Lasem
    9. Ceta Bacorak Cantini Sinjunjung Sumatra Barat
    10. Batik Kere Magelang
    11. Komunitas Batik Tuli (s) / Tuna Rungu

serta anggota KitaBatiK di kota2 lainnya di Indonesia yang akan segera bergabung.

Semua ini dilakukan harus dengan berkolaborasi sehingga terbentuk ekosistem

Ekosistem apa yang dapat dibangun ini adalah salah satu contoh yang sudah berkembang di Kampoeng Batik Kembang Mayang

    1. Tempat Kursus Batik
    2. Investor/Pengusaha batik
    3. Perajin Batik/Workshop
    4. Gerai batik
    5. Komunitas unit usaha warga dengan membentuk berKembangMayang.id bahkan sekarang sudah akan membentuk Koperasi karena dari pihak Kementerian PUPR melalui program KOTAKU, Kota Tanpa Kumuh sudah akan membangunkan Workshop dan gerai untuk UMKM di Kembang Mayang, doakan April 2020 akan segera direalisasikan
    6. Milenial, harus dilibatkan menyangkut dunia sosial media generasi inilah yang paling
    7. Pembeli nah ini paling utama karena yang berubah perilaku nya adalah pembeli sehingga kita harus tahu kebutuhan nya saat pandemi

Dalam Membangun UMKM Batik saat Pandemi dapat digaris bawahi apa saja yang harus diperhatikan:

    1. Melakukan Pendidikan dan pengetahuan batik
    2. Bentuk komunitas dengan melibatkan millenial
    3. Bangun ekosistem dan keminatan millenial
    4. Membuat motif batik millenial dengan tetap menggunakan canting tulis atau canting cap
    5. Kolaborasi dan membangun bisnis yang disenangi millenial
    6. Membuat platform dan market place untuk jualan online batik asli produksi dari ekonomi kreatif perajin batik
    7. Melakukan sosialisasi market place Wastra.id ke Jogja, Solo, Surabaya, Pamekasan kemyataannya berhasil menjaring 827 tenan untuk masuk kedalam wastra.id

Asli Batik nya

Asli Perajinnya

Asli Harganya

Artinya peluang tenan  bergabung dan pasar pembeli batik online masih terbuka lebar

Kita harus membuka wawasan bahwa dalam krisis

    1. Wabah tetap selalu ada, masalahnya adalah bukan kita berdamai dengan wabah tapi bagaimana kita menyikapi dan mengatasi wabah yang ada
    2. Krisis adalah energi besar untuk melakukan perubahan
    3. Sadari terlebih dahulu bahwa berubah itu pasti dan jadilah pribadi yang terus berkembang.
    4. Ada rasa sakit dan rasa takut, tetap harus berubah
    5. Perubahan seperti apa yang bisa dilakukan
    6. Kalau kita baru berubah setelah wabah selesai akan terlambat
    7. Sekarang kita tidak bisa menunggu,tapi harus melakukan sesuatu

Kita harus Terus berkarya

    1. Manusia diciptakan sempurna dan mempunyai pikiran
    2. Kita harus berpikir keras agar bagaimana caranya untuk dapat bertahan dan berkembang agar tidak punah
    3. Yang berhasil bertahan bukanlah spesies terkuat atau terpandai, yang bertahan adalah yang paling responsif terhadap perubahan “charles darwin”
    4. Komitmen
    5. Konsisten
    6. Mau susah
    7. Kepercayaan adalah modal penting
    8. Kolaborasi
    9. Anak muda bantu yang gaptek

Dan lakukan itu semua dengan cinta dan doa

    1. Sabar, syukur, senyum
    2. Berbasis kebutuhan bukan keinginan
    3. Sikapi perubahan
    4. Saatnya move on
    5. Saatnya bersatu membentuk komunitas saling kerjasama membeli dari lingkungan terdekat dan saling berbagi
    6. Jangan menunggu sampai berakhir, persiapan butuh waktu, maka harus dari sekarang, kita tidak bisa hanya menunggu wabah berakhir karena walau berakhir pun perilaku sudah berbeda, makanya kita harus mulai dari sekarang
    7. Walau susah, masa susah kita dipermudah karena gak ada saingan, setelah pandemi sudah telat

Jadi Raihlah MIMPI/CITA CITA mu dengan berKARYA yang dipenuhi WARNA WARNI KEHIDUPAN disertai CINTA dan diiringi DOA

Dengan cara mengetahui:

    1. Perubahan Besar Perilaku Era Pandemi (Why)
    2. Aktivitas Perilaku Di Era Pandemi (What)
    3. Membangun Bisnis Batik Saat Pandemi (How)

SUKSES SENDIRI SUDAH BIASA SUKSES BERSAMA SAMA RUARRR BIASAHHHHH

Ayo sahabatik mari kita lestarikan BATIK dari berbagai ranah sesuai kemampuan kita masing2, karena setiap kita diciptakan oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dengan perannya dan yakin ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala tidak iseng menciptakan kita melainkan ada maksud tertentu yang harus kita lakukan.

Dan agar dapat selalu diingat dan tetap melekat di hati dan pikiran maka kita ingat selalu kata2 BATIK

Budaya sebagai Warisan Budaya yang harus dilestarikan dengan terus melakukan apa yang telah nenek moyang kita turunkan.

Agama, zaman dulu nenek moyang kita membuat Batik sebagai Ibadah, jadi lakukan apapun pekerjaan kita dengan diniatkan sebagai ibadah serta selalu memohon ridho ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala

Tehnik Proses Pembuatan Batik, membuka Kursus Batik, pelajari cara membuat batik yang benar Rumah Batik Palbatu Jakarta dan Sanggar Batik Kembang Mayang adalah contoh dimana sekarang menjadi Destinasi untuk generasi milenial belajar membuat batik.

Ilmu, menggeluti bidang Pendidikan dan Pengetahuan seperti Prodi Batik di Universitas Pekalongan

Komoditi, ini yang banyak dilakukan sekarang yaitu usaha atau bisnis batik dan sekarang tidak usah takut untuk berbisnis batik, karena pembeli batik masih menjanjikan dan dijual secara online melalui wastra.id

Salam Sehat dan salam canting

Wassalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang di APPBI ada yang bisa kami bantu?

Salam Batik.
Agus Purwanto